Friday, March 6, 2009

JUMPER

Title : Jumper

Film Company : Twentieth Century Fox

Running Time : 120 minutes

Cast : Hayden Christensen, Jamie Bell, Samuel L. Jackson, Rachel Bilson, Michael Rooker, Diane Lane

Screenplay by : David. S. Goyer, Jim Uhls, Simon Kinberg

Director : Doug Liman

Producer : Arnon Milchan, Lucas Foster, Jay Sanders, Simon Kinberg

Director of Photography : Barry Peterson

Production Designer : Oliver Scholl

Visual Effects Supervisors : Joel Hynek, Kevin Elam, John Powell

Visual Effects Producer : Ellen M. Sommers

Costume Designer : Magali Guidasci

Film Editor : Saar Klein, Don Zimmerman, Dean Zimmerman

Casting By : Joseph Middleton

Music By : John Powell

Film Distibutor : Twentieth Century Fox

Production Notes :

Jumper memang sebuah film yang menegangkan dan imajinatif. Menurut Simon Kinberg, co-writer dan producer film Jumper, “Film ini aslinya bercerita tentang seseorang yang secara tidak sengaja menjadi pahlawan dan mulai berpikir apa yang terjadi jika ia menggunakan kekuatannya untuk menolong orang yang berada dalam bahaya,” sebut Kinberg. Bersama dengan sutradara Doug Liman dan produser Lucas Foster, Kinberg menghabiskan bertahun-tahun untuk mengembangkan naskah film dan juga cerita tentang mitologi dan latar dari film petualangan epik tentang anak muda yang mencoba untuk menjalani kehidupannya yang fantastis dan penuh tantangan karena kemampuannya untuk berpindah tempat manapun di dunia dalam waktu singkat.

Sutradara Doug Liman sendiri percaya bahwa jalan cerita Jumper sangat potensial dan dirinya bisa memasukkan gaya bercerita yang berbeda yaitu dengan memberikan twist (kejutan) hyper-modern di dalam film ini. “Kita sudah sering melihat berbagai versi cerita superhero sejak seabad lalu. Namun di Jumper, superhero-nya akan sangat fresh dan modern,”sebutnya. Hal itu rupanya menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi Doug Liman.

Cerita Jumper dimulai dari novel sci-fi karya Steven Gould yang bercerita tentang duo anak muda Jumper dan Reflex yang memperkenalkan tokoh David Rice. David Rice adalah anak muda bermasalah yang memunyai kemampuan teleporting alias berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya, demi melarikan diri dari masalahnya di sebuah tempat dan masa sebelumnya. Setelah banyak mendapat pujian dari kritikus dan pembaca Steven Gould mulai mengembangkan terus cerita tersebut hingga akhirnya novel tersebut dibaca oleh eksekutif produser Vince Gerardis dan Ralph M Vicinanza. Keduanya langsung sepakat bahwa Novel Gould memunyai potensi petualangan sinematik yang besar.

Setelah itu, screenwriter David Goyer kemudian bergabung dan membuat draft cerita Jumper. Goyer sudah memunyai pengalaman menggarap scenario film-film action-thriller seperti Blade dan Batman Begins. Goyer tidak hanya mengadaptasi cerita Gould tapi juga mengembangkannya dengan membuat satu lagi karakter bernama Griffin, seorang Jumper yang misterius dan sudah sering melompat-lompat dari satu masa ke masa lain maupun dari satu tempat ke tempat lain sejak kecil. Goyer juga tidak hanya membuat sebuah cerita yang terfokus pada kehebatan dan kebaikan para tokoh supernya. Ia juga membuat sebuah karakter yang kompleks dengan menunjukkan kerapuhan tokoh-tokohnya dalam menghadapi godaan dunia untuk menyalahgunakan superpowernya.

Setelah cerita dari Gould, Goyer dan penulis ketiga, Jim Uhls dimulai, Liman, Kinberg dan Foster memulai untuk menciptakan sebuah latar palsu yang berhubungan dengan mitos, ataupun hal-hal yang memungkinkan latar Jumper ini terjadi. Tim Jumper meriset sejumlah kepercayaan tentang teleporting dari hal mistik sampai hal yang ilmiah. Mereka banyak berdiskusi dengan psikiatris tentang kemungkinan mekanisme teleporting ini. Hal ini dibutuhkan untuk menjadi landasan cerita menjadi seperti nyata. Bahkan mereka juga meriset budaya yang berhubungan dengan religi. Seperti yang sudah diketahui kaum sufi dan Hindu juga memercayai adanya fenomena teleporting sejak ratusan tahun lalu.

Untuk membuat dasar yang kuat dari cerita epik yang memunyai mekanisme yang kompleks, tim Jumper membuat 2 peraturan dasar :

  1. Seorang jumper bisa melompat ke tempat yang sedang dilihatnya dan,
  2. Seorang jumper bisa melompat ke tempat manapun yang telah dilihat sebelumnya, meskipun hanya melalui foto sepanjang dirinya memunyai memori visual yang kuat.

Pemeran David Rice, para filmmaker sepakat untuk memilih Hayden Christensen sebagai pemain utama. Doug Liman juga menyetujui pemilihan tersebut. Menurutnya, Christensen adalah aktir yang pas memerankan karakter David Rice. Christensen dianggap secara fisik dan emosional mampu masuk ke dalam karakter Rice yang terisolasi dengan kemampuannya ber-teleporting.

Sementara karakter Griffin jatuh pada actor muda Jamie Bell yang pernah sukses membintangi sebuah film Indie berjudul Billy Elliot. Griffin adalah poeran kunci yang membawa David Rice mengalami pengalaman tak terduga. Griffin pula yang membawa David Rice mengetahui mitologi kekuatan super powernya ber-teleporting. Karakter Griffin sendiri memunyai cerita tersendiri. Griffin punya sejarah kehilangan orang-orang yang dicintainya sehingga membuatnya menjadi seseorang yang penuh dengan dendam dan memunyai hubungan yang mendalam dengan David Rice. Griffin juga memunyai jiwa yang memberontak ketimbang David Rice.

Rachel Bilson memerankan cewek bernama Millie Harris yang ditaksir oleh david Rice sejak usia belia. David memimpikan untuk keliling dunia bersama dengan Millie dan hal itu terwujud dengan adanya kemampuan teleporting David Rice. Sejumlah actor senior juga mendukung film ini. Ibunda David Rice yang meninggalkan David di usia 5 tahun diperankan oleh aktris nominator Academy Award, Diane Lane. Sementara tokoh antagonis yang diperankan dengan pas oleh Samuel L. Jackson. Samuel memerankan kepala sebuah organisasi pemusnah Jumper bernama The Paladins.

Efek visual sangat berperan besar dalam pembuatan film Jumper ini. Tim Jumper mengajak Joel Hynek yang memenangkan Oscar lewat film What Dreams May Come dan menggarap efek cutting-edge di film The Matrix. Kevin Elam sebagai produser visual effects juga ikut menggarapnya. Elam menciptakan shot-shot efek visual dan esensi visual Jumper. Bagi Doug Liman, tantangan utama membesut film ini adalah menyampur efek cutting-edge dengan shot-shot real yang menggunakan teknik hand-held photographic realism. Makanya, tidak hanya reputasi Liman saja yang dipertaruhkan, reputasi Joel Hynek lah yang paling disorot. Hynek mesti mix dan match berbagai macam teknologi untuk menciptakan efek keren di film yang mengambil lokasi di berbagai tempat di dunia seperti Amerika, Perancis, Mesir, Italia, Kanada, Jepang, bahkan sampai Republik Ceko.

Sinopsis

Dari New York ke Tokyo, dari Roma ke Gurun Sahara bisa dijelajahi oleh david Rice dalam waktu singkat. Rice lahir berkembang dengan kekuatan yang diimpikan oleh banyak orang. David Rice adalah seseorang yang mampu berpindah dari satu tempat ke kota lain, gedung lain bahkan negara lain yang diinginkannya. Singkatnya, ia bisa berpindah ke lokasi manapun yang diinginkannya. Dalam waktu sesingkat kedipan mata, David Rice menikmati matahari terbenam di berbagai negara, sarapan pagi di atas patung Sphinx Mesir, melewatkan hari dengan surfing di Australia, makan malam di Paris, dan menikmati negara Jepang dalam waktu singkat. Ia bisa melewati dinding dan membobol bank tanpa kesulitan. David menggunakan kekuatan supernya untuk bersenang-senang, sampai suatu saat ia bertemu dengan seseorang seperti dirinya bernama Griffin. Ia pun akhirnya mengetahui bahwa dirinya bukanlah satu-satunya orang yang secara genetis memunyai penyimpangan alias anomaly. Orang-orang seperti dirinya dijuluki jumper yang keberadaannya tidak lagi aman. Sebuah organisasi rahasia bersumpah akan menghabisis para jumper karena dianggap membahayakan keselamatan umat manusia. David mulai tersadar bahwa kekuatan supernya justru bisa berguna bagi kemanusiaan.

Cast

Hayden Christensen

Terkenal lewat perannya sebagai Anakin Skywalker di film blockbuster Star Wars. Christensen juga terkenal mendapatkan kritik dan pujian lewat aktingnya di film drama garapan Irwin Winkler berjudul Life as a House. Di film ini, ia mendapat nominasi di Golden Globe dan Screen Actors Guild Award. Ia juga mendapatkan penghargaan dari National Board of Review untuk kategori best Breakthrough Performance. Sejumlah film Hayden antara lain film thriller Awake, Factory Girl, the Virgin Suicides besutan Sofia Copolla, All I Wanna Do, dan In The Mouth of Madness. Hayden Christensen juga membintangi sekaligus memroduksi film pertamanya berjudul Shattered Glass dengan rumah produksi miliknya Christensen’s Production Company.

Jamie Bell

Melalui aktingnya di film Billy Elliot, Jamie Bell diganjar Best Actor Award di BAFTAS dan the Best New Comer Award dari British Independent Film Awards. Penampilannya yang juga menunjukkan kualitas keaktorannya adalah saat membintangi film Flags of Our Father garapan Clint Eastwood. Jamie Bell juga beruntung bisa bekerjasama dengan sejumlah nama besar seperti Peter Jackson lewat film King Kong, Thoms Vinterberg di film Dear Wendy, David Gordon Green di film Undertow serta main di film Chumbscrubber bersama-sama dengan Ralph Fiennes dan Douglas McGrath. Baru-baru ini, Bell membintangi film Hallam Foe yang premiernya diputar di Berlin Film Festival, dan membuka Edinburgh Festival tahun ini. Jamie Bell kini sedang terlibat proyek film baru berjudul Defiance bersama-sama dengan Daniel Craig dan Live Schreiber.

Samuel L Jackson

Nama Samuel L Jackson berada dalam deretan terhormat actor Hollywood. Ia dikenal sebagai actor berkulaitas dan pekerja keras. Aktingnya juga sudah teruji dengan banyaknya penghargaan yang diperolehnya dari berbagai penghargaan di luar negeri. Ia memenangkan Best Supporting Actor di Festival Film Cannes 1991 melalui film Jungle Fever, Silver Bear Award 1998 di Berlin Film festival di film Jackie Brown, menerima 3 nominasi Golden Globe melalui film Pulp Fiction, A Time to Kill dan Jackie Brown. Di Tahun 2005, Jackson memenangkan penghargaan dari NAACP Image Award di film Coach Carter. Kini Jackson juga sibuk dengan penggarapan film Man That Rocks the Cradle yang dibintangi dan diproduserinya sendiri.

Filmmaker :

Doug Liman (sutradara)

Film-film Liman cukup mendapat sorotan. Film yang telah dibesutnya antara lain Swingers, Go, The Bourne Identity dan yang terakhir, Mr & Mrs. Smith. Liman mencatat sejarah dengan membuat film berbujet mini Swingers hanya dengan biaya 200 ribu dollar. Karirnya sebagai sutradara film layar lebar melalui karyanya membuat iklan-iklan seperti playstation, Levi’s dan Nike. Iklan Nike versi Tiger Wood ini mendapatkan penghargaan Palm D‘Or di Cannes. Di pertelevisian, Liman sempat menyutradarai The OC. Pada tahun 1997, Liman sempat menerima penghargaan MTV Movie Award sebagai Best New Filmmaker. Doug Liman menyelesaikan pendidikan formalnya pada tahun 1988 dengan title Bachelor of Arts dari Brown University. Ia kemudian meneruskan pendidikannya ke graduate program of the School of Cinema and Television di University of Southern California dan menyutradarai film comedy thriller berjudul Getting In.


0 komentar: