Thursday, February 5, 2009

Kontroversi G30S/PKI


Soeharto adalah sosok penting dalam penumpasan pemberontakan 30 September yang melibatkan Partai Komunis Indonesia (PKI). Namun pandangan lain menyatakan Soeharto terlibat dalam pemberontakan itu.

Kolonel Latief tahanan politik Orde Baru yang menjabat Komandan Brigade Infanteri I Kodam V Jaya, saat peristiwa G 30S PKI 1965 meletus, dalam bukunya "Pledoi Kol A Latief: Soeharto Terlibat G30S," menunjuk Soeharto tokoh yang mengetahui rencana peristiwa G30S.

Dalam buku itu Latief menyatakan rencana pemberontakan G30S telah dilaporkannya kepada Soeharto pada 28 September 1965, dua hari sebelum penculikan para jenderal terjadi.

"Tapi mengapa Soeharto selaku Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) tidak menggagalkan peristiwa yang berbuntut pada penggulingan Soekarno selaku presiden "setelah mendapat laporan dari saya," ujar Latief dalam buku tersebut.

Latief mempertanyakan "siapa sebenarnya yang melakukan coup d'etat pada 1 Oktober 1965: G30S ataukah Jenderal Soeharto. Inilah yang selalu menjadi permasalahan sekarang karena siapa sebenarnya yang mulai berkuasa setelah Presiden Soekarno ditawan hingga wafat. Siapa yang menahan Presiden Soekarno dan siapa yang menggulingkan pemerintahan Soekarno: G30S ataukah Soeharto?"

Mengutip Indonesianis Benedict Anderson dari Universitas Cornell, tiga hal penting yang dikemukakan Latief dalam bukunya. Pertama, Soeharto mengetahui bahwa sekelompok tentara akan menculik beberapa jenderal dan menghadapkan mereka kepada Presiden Soekarno. Kedua, membantah tuduhan oditur bahwa G30S bermaksud menggulingkan Soekarno. Ketiga, kekejaman di dalam penjara semasa Orde Baru: kaki Latief digibs dan dibiarkan selama dua tahun membusuk hingga dihinggapi ulat atau belatung.

Sejarahwan Asvi Marwan Adam, seperti yang ditulis Masyarakat Sadar Sejarah (Mesiass), menambahkan selain ketiga hal yang diungkapkan Anderson dalam ulasannya, terdapat tiga catatan penting. Pertama, keterlibatan PKI sebagai dalang peristiwa G30S diragukan. Kedua, buku putih mengenai G30S yang dikeluarkan Orde Baru harus diragukan karena bersumber dari interogasi yang disertai penyiksaan. Ketiga, perlu diteliti keterlibatan Kodam Diponegoro dalam peristiwa G30S dan sesudahnya.

Pecahnya pemberontakan PKI yang ditandai dengan penculikan 7 jenderal Angkatan Darat (AD), selanjutnya juga dicurigai sebagai sebuah konspirasi antara AD dan kekuatan anti komunis yang dipimpin Amerika Serikat (AS). Kecurigaan tersebut mencuat setelah ditemukannya dokumen Gilchrist. Isinya antara lain mengenai rencana serangan AS ke Indonesia yang ketika itu dianggap terlalu dekat dengan kekuatan Komunis internasional yaitu Soviet dan China.

Dalam dokumen itu juga disebut AS harus memberikan kesempatan kepada militer di Indonesia yang disebut "our local army friends" yang akan bekerjsama meredam kekuatan komunis di Indonesia.

Kutub Magnet Bumi Bergeser!!!



Bumi adalah magnet raksasa yang memiliki dua kutub sehingga kompas dapat selalu menunjuk arah utara dan selatan. Meskipun demikian letak kutub-kutubnya tidak selalu tetap. Menurut para ilmuwan, kutub utara magnet Bumi bergerak dari Kanada ke Siberia secara signifikan.

Kutub-kutub magnet adalah bagian Bumi yang dibentuk oleh besi cair dalam inti Bumi. Letak dan arahnya berbeda dengan kutub geografis yang merupakan sumbu putaran Bumi.

Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa kutub magnet Bumi bergerak ke lokasi yang berbeda. Meskipun demikian, mengapa pergerakan ini terjadi masih belum diketahui. “Ini mungkin bagian dari pergerakan normal dan secara bertahap akan kembali ke Kanada,” kata Joseph Stoner, seorang ahli paleomagnetik dari Oregon State University dalam pertemuan American Geophysical Union).

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kekuatan magnet Bumi menurun 10 persen dalam 150 tahun terakhir. Sedangkan analisis terbaru Stone menunjukkan bahwa selama periode tersebut, kutub utara magnet juga bergerak sejauh 1.100 kilometer dari Kutub Utara. Meskipun demikian, kemungkinan hilangnya sifat magnetik sangatlah kecil.

Kutub utara magnet Bumi pertama kali ditemukan pada 1831 dan ketika diukur kembali pada 1904, para peneliti menemukan bahwa letaknya telah bergerak sejauh 50 kilometer. Menurut para peneliti Oregon, tingkat pergerakan kutub magnet itu meningkat seabad terakhir dibandingkan abad-abad sebelumnya.

Selama berabad-abad, pemandu arah yang menggunakan kompas harus belajar untuk menyesuaikan perbedaan antara arah utara magnet dengan arah utara geografis Bumi. Sebab, sebuah kompas akan menunjuk arah utara magnetik bukannya arah Kutub Utara. Sebuah kompas yang membaca arah utara di Oregon, misalnya, menunjukkan arah 17 derajat sebelah timur Kutub Utara.

Untuk mengetahui pergerakan kutub magnet Bumi, Stoner dan para ilmuwan lainnya mempelajari endapan yang direkam dari beberapa danau di Arktik. Endapan-endapan tersebut merekam medan magnetik Bumi pada waktu tertentu. Para ilmuwan menggunakan detektor karbon untuk melacak perubahan medan magnetnya.

Dengan cara itulah mereka menemukan bahwa arah utara magnet berubah secara signifikan dalam 1.000 tahun terakhir. Perubahannya bergerak antara Kanada bagian utara dan Siberia, tapi kadang-kadang ke arah yang berbeda.

Tuesday, February 3, 2009

Dani Pedrosa, Sang Pembalap Keren


Nama : Daniel "Dani" Pedrosa Ramal (Spanyol)
TTL : Sabadel, Spanyol, 29 September 1985
Nomor motor : 2
Tim : Repsol Honda
Juara Dunia : -
Karir : Honda 125 cc (2001-2003), Honda 250cc (2004-2005), Honda MotoGP (2006-sekarang)


Daniel Pedrosa adalah salah satu pemimpin gelombang pembalap muda di ajang MotoGP. Masuk kelas paling bergengsi di tahun 2006, pembalap Spanyol ini langsung menjadi penantang di papan atas klasemen.

Setelah berturut-turut menjadi juara dunia di kelas 125cc (2003) dan 250cc (2004 dan 2005), debut Pedrosa di MotoGP mengundang decak kagum karena dia langsung finish di posisi kedua pada seri perdana musim 2006.

Meski di akhir musim dia kemudian cuma duduk di posisi lima, namun Pedrosa membuktikan kalau dia punya potensi besar untuk menjadi juara dunia. Setahun berselang, musim 2007, pembalap 22 tahun ini mampu memaksa Valentino Rossi duduk di posisi tiga klasemen, meski dia sendiri harus mengakui keunggulan Casey Stoner yang menjadi juara dunia.

Seperti kebanyak pembalap lain yang memulai karir dari usia dini, Pedrosa kecil sudah mulai membalap saat usianya baru enam tahun. Lima tahun kemudian barulah pembalap berpostur 1,58 meter ini menjalani balapan kompetitif pertamanya di Spanish Minibike Championship.

Karir Grand Prix Pedrosa dimulai tahun 2001 saat dia dikontrak Honda di kelas 125cc. Pedrosa kemudian menorehkan rekor sebagai juara dunia 125cc termuda setelah memuncaki klasemen akhir musim 2003.

Hebatnya, saat naik kelas ke 250 cc setahun berselang dia langsung kembali menjadi juara dunia, torehan yang lagi-lagi membuatnya jadi pembalap termuda yang pernah menjuarai kelas tersebut. Setelah mampu mempertahankan gelar juara dunia di musim selanjutnya, Pedrosa kembali naik kelas ke ajang MotoGP.

Monday, February 2, 2009

Nova Plettonic's Page

Nova Plettonic's Page

Sunday, February 1, 2009

Kakek MoyangQu ^_^


Ketika kecil, orang mengira Einstein sebagai anak yang terlambat perkembangannya. Hal ini terjadi karena ketika anak seusianya sudah dapat berbicara, ternyata ia belum bisa. Pada saat sekolah di tingkat SD, Einstein sama sekali tidak menampakkan kecemerlangan otaknya. Bahkan, bisa dikategorikan sbagai anak bodoh, sama sepeti Newton atau Thomas Alfa Edison. Ia tidak menyukai disiplin sekolah yang keras. Ia juga tidak menyukai mata pelajaran hapalan seperti sejarah, geografi, dan bahasa. Ia tidak suka menghafalkan fakta dan data. Minatnya hanya pada fisika dan matematika, terutama teori.

Kegemaran utama Einstein adalah membaca, berpikir, dan belajar sendiri. Tak heran jika guru-guru menganggapnya pemalu, bodoh, malas belajar, dan pelanggar tata tertib.

Kelakuannya tidak juga berubah meskipun telah duduk di bangku SMP. Karena hanya mau mempelajari fisika dan matematika, ia tamat SMP tanpa mendapat ijazah. Pada saat yang bersamaan, perusahaan ayahnya bangkrut. Terpaksa ia meninggalkan Jerman dan ikut orangtuanya ke Swiss. Di sana ia melanjutkan sekolah ke SMA dan berhasil lulus.

Namun, ketika akan melanjutkan ke perguruan tinggi, ia harus mengulang sampai dua kali. Akhirnya ia diterima di Institut Politiknik di Zurich, Swiss. Namun, tabiatnya tetap tidak berubah! Ia jarang kuliah. Kalau saja temannya tidak meminjaminya catatan, barangkali ia tidak lulus dari kampus dan menjadi mahasiswa abadi.

Lulus kuliah tidak berarti langsung bekerja. Ia sempat menganggur selama dua tahun.

Letto, My Favourite Band


Diawali dengan sebuah pertemuan pemuda-pemuda konyol tapi kreatif di sebuah SMU. Pemuda-pemuda itu memiliki kekuatan dan potensi yang berbeda-beda. Meskipun demikian tidak berarti mereka bukanlah pemuda yang benar-benar penuh keteladanan. Mereka bahkan sangat memenuhi syarat untuk dimasukkan ke dalam kategori anak-anak kurang ajar, suka iseng, dan sering bikin masalah yang mengundang kegelisahan banyak orang. Pemuda-pemuda itu adalah Sabrang Mowo Damar Panuluh, Agus Riyono, Ari Prastowo, Dwi Sudjatmiko, dan lain-lain. Mereka bukan hanya berada dalam satu sekolahan, di luar sekolah mereka sering berkumpul bahkan lebih sering berkumpul di sana daripada berada di rumah masing-masing. Tempat kumpul mereka saat itu ada di Kasihan Bantul Yogyakarta. Di situlah berbagai harapan, ide, cita-cita, kekurang-ajaran, hingga kekuatan kolaborasi konstruktif maupun destruktif yang terus terpupuk. Mereka sudah lebih mirip saudara dibanding sekedar teman sekolah. Perlu diketahui, meskipun mereka anak-anak bandel, tapi kecintaan mereka terhadap musik dan tradisi sungguh besar. Terbukti Sabrang, Patub, dan Ari sangat sering memainkan musik gamelan dengan sungguh-sungguh dan pentas di beberapa acara.

Persahabatan itu terus berlanjut hingga mereka akhirnya lulus dari SMU 07 Yogyakarta, di tahun 1997. Masing-masing melanjutkan pendidikannya sesuai minat masing-masing. Agus Riyono (Patub) masuk ke Universitas Gadjah Mada di Fakultas Pertanian Jurusan Ilmu Tanah. Di UGM di tahun 1998. Di UGM juga dia kembali bertemu dengan teman satu sekolah yang waktu itu hanya kenal-kenal secara wajar. Perkenalan mereka makin kental setelah sama-sama menekuni Ilmu di Fakultas Pertanian, dia adalah Aldi Shady Akuratno yang juga masuk ke UGM dengan Jurusan Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman. Agus Riyono dan Aldi Shady Akuratno menambah mutu persahabatannya dengan membuat kegiatan di kampus. Salah satunya membuat Grup Band kampus, yang dinamai Basic. Ari Prastowo juga melanjutkan ke UGM dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, jurusan administrasi negara.

Hanya Sabrang yang tidak melanjutkan kuliah di Indonesia, dia melanjutkan pendidikannya di University of Alberta Kanada, dengan mengambil jurusan Matematika dan fisika. Meski demikian bukan berarti komunikasi mereka vakum, sebab setiap liburan semester Sabrang _yang kini punya panggilan Noe oleh teman-teman kuliahnya_ menyempatkan pulang ke tanah air. Patub, dan Aldi, bersinergi dalam mengasah kreatifitas di dunia musik, meskipun waktu itu hanya sekedar hobi di sela-sela kuliah mereka. Patub pemetik gitar melodi, Aldy kebagian main gitar rythem meskipun tidak lama karena harus ada yang "mengelola" jadwal dan lain-lain band ini.

Basic Band juga dibantu teman-teman sefakultas mereka untuk mengisi bagian Vokal, Bass, Keyboard dan Drum. Untuk vokalis selalu berganti-ganti personel, bahkan Patub pernah bertugas ganda sebagai gitaris sekaligus vokalis. Basis sempat dibantu oleh Orjo. Sedangkan Drumer yang juga tidak pernah mendapatkan pemain tetap. Sehingga di suatu pementasan Patub mengajak adiknya Dedi Riyono yang ketika itu masih SMP ikut membantu performance band kakaknya. Dedi dianggap cukup berkualitas dan berani bersaing dengan drumer-drumer sebelumnya. Ketika kebetulan Sabrang berada di Indonesia, dia pernah diajak untuk menyaksikan penampilan grup band teman-temanya di sebuah acara kampus, kebetulan waktu itu masih waktu liburan untuk Sabrang. Pertemuan dan perkenalan Aldy dengan Sabrang terjadi di sini, sehingga moment itu menjadi awal baru kolaborasi potensi-potensi mereka. Sabrang mengusulkan untuk lebih serius dan berani prihatin untuk menekuni potensi ini. Reuni kekonyolan Sabrang dengan teman-teman SMU-nya tersegarkan kembali, saling tukar informasi dan pengalaman. Sementara itu, tempat tongkrongan mereka berpindah dari Kasihan Bantul Yogyakarta ke Kawasan Kadipiro. Di saat Sabrang pulang, di rumahnya tengah dibangun Studio yang nantinya menjadi cikal bakal lahirnya kreatifitas mereka.


It's me.......

Nova Plettonic

Kenapa aku menyebut diriku Nova Plettonic?
bEcause I really love letto
Letto iku satu-satunya band yang paling berkesan buat aku selama ini
Suatu hari aku pengen banget ketemu sama Letto
Lewat blog ini juga aku berharap aku bisa ketemu dengan seseorang yang bisa mempertemukan aku sama Letto.

Talking about Nova Plettonic,
orangnya item manis, cute, n smart
Nova Plettonic juga suka punya banyak teman
Tapi kesukaanku ntu blon terwujud,
That's why aku pengen punya banyak temen lewat blog ini

Jangan lupa join ya...


ThanKS